Thursday, April 8, 2010

Wudhu dalam keadaan telanjang serta mandi janabah

Berdasarkan hadits riwayat Abu Dawud dari Abu Ya’la bin Umayyah , orang yang mandi diperintahkan untuk tertutup tidak terbuka (telanjang)
“ Sesungguhnya Rasulullh saw melihat seseorang mandi di tempata terbuka dalam keadaan telanjang, maka ketika naik mimbar dan sudah membaca tahmid memuji kepada Allah, beliau bersabda,”Sesungguhnya Allah itu mempunyai sifat malu dan menutup diri, maka mencintai kepada orang yang mempunyai malu dan menutup diri (ketika mandi), karena itu apabila salah seorang diantara kamu mandi hendaknya ia menutup diri (HR. Abu Dawud dan An Nasaiy)

mengenai syah tidaknya wudhu dalam keadaan telanjang di waktu mandi, belum menemukan dalilnya. Yang ditemukan adalah, ketika Nabi saw mandi beliau memulai dengan membasuh kedua tangannya lalu kemaluannya kemudian melakukan wudhu dan seterusnya. Demikian riwayat Bukhari dan Muslim dari Aisyah. Dan berdasarkan riwayat Ahmad, Abu Dawud, An Nasay, dan At Tirmidzi, serta Ibnu Majah dari Aisyah ra, nabi tidak berwudhu lagi setelah mandi janabah.

Dalam hadits tidak diterangkan apakah nabi mandi dalam keadaan telanjang atau tidak. Karena tidak ada yang menerangkan tentang itu. Tidak ada yang menerangkan wudhu harus dalam keadaan tertutup dan tidak ada pula larangan wudhu dalam keadaan telanjang. Dengan demikian tidak ada alas an mengatakan bahwa wudhu dalam keadaan telanjang adalah tidak syah.

wallahualam

0 comments:

Template by : kendhin x-template.blogspot.com