Wednesday, September 2, 2009

Bacaan di Sela-Sela Tarawih

Bacaan shalawat atau lafadz-lafadz yang dibaca di antara sela rakaat-rakaat shalat tarawih sebenarnya tidak memiliki dasar masyru'iyah dari Rasulullah SAW. Baik dalam bentuk doa, zikir atau syair-syair yang biasa dilantunkan oleh para jamaah, kesemuanya tidak ada kaitannya dengan apa yang diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW maupun yang dipraktekkan oleh para shahabat tercinta. Namun kami yakin bahwa lafadz-lafadz itu sebenarnya punya makna yang baik, kalau berdiri sendiri dan tidak dipaketkan dalam satu rangkaian shalat tarawih. Yang dilakukan oleh Rasulullah SAW saat jeda seperti itu hanya beristirahat, tidak langsung bangun lagi untuk shalat lagi setelah dua kali shalat yang masing-masing dua rakaat. Pada sela seperti itu beliau beristirahat, sesuai dengan makna kata tarawih sendiri yang artinya memang shalat istirahat. Maksudnya adalah shalat-shalat yang di dalamnya ada istirahatnya. Namun hingga saat ini kami masih belum lagi mendapatkan ada keterangan yang sharih (eksplisit) baik dari Al-Qur'an maupun dari hadits-hadits shahih, yang menyebutkan bahwa saat sela itu Rasulullah SAW melantunkan shalawat tertentu secara berjamaah dengan bersahut-sahutan seperti yang sering kita lihat saat ini. Ada baiknya buat mereka yang punya otoritas dalam menyelenggarakan atau mengkoordinir shalat tarawih, untuk tidak membiasakan dilantunkannya lafadz-lafadz ini di sela-sela shalat tarawih. Sebagai sebuah tindakan saddan li adz-dzari'ah agar jangan sampai orang-orang awam salah memahami, disangkanya memang seharusnya ada bacaan-bacaan khusus di sela-sela rakaat tarawih dari nabi SAW. Di sinilah sesungguhnya kita umat Islam dituntut untuk belajar secara serius tentang praktek ibadah kita langsung dari sumber yang muktamad dan kepada para ulama yang faqih di bidangnya. Semakin kita ajak masyarakat mendalami ilmu-ilmu syariah, insya Allah mereka akan semakin paham. Asalkan kita menyediakan sarana dan kesempatan untuk mereka dengan cara yang terbuka. Dan tentu saja cara yang baik dalam menyampaikan masalah ini bukan dengan menggelar debat kusir, atau dialog yang kurang santun, atau menyengaja menyinggung perasaan saudara kita dengan melecehkan atau menjelek-jelekkan ketidak-tahuan mereka. Kita tidak perlu saling melemparkan tuduhan sebagai ahli bid'ah kepada saudara kita sendiri. Kalaulah praktek seperti ini masih sering kita dapati di tengah masyarakat, ketahuilah mereka melakukannya karena keawamannya. Sama sekali bukan karena niat mereka untuk menciptakan bid'ah-bd'ah itu sendiri. Karena itu kita buka kesempatan kepada mereka untuk bisa ikut mengaji, belajar syariah lebih dalam, menelusuri kitab-kitab secara lebih luas, agar wawasan dan pemahaman mereka terhadap sunnah bisa lebih mantap. Marilah kita sampaikan kebaikan dan kebenaran ini dengan cara yang baik dan benar juga. Semoga Allah SWT membuka hidayah dan meluruskan niat kita. Amien. Diolah dari sebuah sumber (anonymous) Silakan simak juga: 1. Bilal dalam Sholat Taraweh 2. Permasalahan I'tikaf Ramadhan 3. Sex ala Rasul SAW

7 comments:

Blogger Ini Tidak Mahu Dikenali said...

minta penulis blog ini komen atau review tentang blog ini http://messengerofgodtoday.blogspot.com/

Surono Karti said...

blog anda bagus: baik dari segi kontens maupun tampilannya.
ada beberapa hal:
1. proporsi ruang dengan kontens kurang seimbang, jadi terkesan sumpeg
2. pemilihan font bisa diganti

terimakasih

Blogger Ini Tidak Mahu Dikenali said...

ini komenan blog mana sih?

Surono Karti said...

http://messengerofgodtoday.blogspot.com/

Anonymous said...

sedikit latar belakang kamu,
pemilik blog tersebut mengaku menjadi nabi bagi mewakili masyarakat melayu di malaysia.

boleh tolong check di sini.

jika perlu, saya minta kamu tulis entry berkaitan nabi palsu
Check sini http://64.15.120.233/watch?v=0P1N1A-x_tc

Surono Karti said...

Astaghfirllah
ada yg berani mengaku nabi.
semoga dia segera insyaf

Surono Karti said...

Saya Researcher di Pusat Studi Pancasila Univ. Gadjah Mada Yogyakarta. saya orang biasa yang tidak banyak tahu tentang Islam. dan ingin terus belajar

Template by : kendhin x-template.blogspot.com